Secara tidak sengaja, sepertinya saya selalu mencari “alat” & “cara” yang bisa mengeluarkan perasaan saya. Entah itu kesulitan, keinginan atau rasa ketidakadilan. Saya ingin mengekspresikan itu lewat kesenian, meski sebenarnya saya tidak paham apa arti “seni”. Saya hanya melakukan apa yang bisa saya perbuat dengan meyakinkan diri dan bertanggung jawab melahirkan karya ke masyarakat. Saya menyuarakan keadaan kesulitan melalui ekspresi, karena ekspresi itu untuk saya seperti pikiran positif ke masa depan. Walaupun itu ekspresi tentang keadaan diskriminasi yang sangat rumit dan keras. Menurut saya seni itu bisa dibuat oleh siapa saja, hanya masing-masing orang berbeda pikiran, cara, kondisi, dan lain-lain. Maka itu untuk pameran foto kali ini saya mencoba mengambil 15 obyek yang bisa kita lihat di mana-mana, di hari-hari biasa. Ambil foto-foto seperti ini banyak, tetapi masalah dan penyelesaiannya lain-lain, karena sifat kita semua berbeda. Terimakasih.
Yang Dapat Air dan Tidak
One get water and the other isn’t
Pameran Foto Maret 2003
“RASA”- Rahasia Salam
Diskusi “Feminism & Kesenian”
Pembicara :
Indriyanti Suparno - SEPEK-HAM
Abidah El Khaliqi - Penyair, Novelis
Damairia Pakpahan - KPI DIY
Kerjasama dengan SEPEK-HAM (Solidaritas perempuan untuk kekerasan dan Hak asasi manusia) dan