Sekapur Sirih
Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta adalah organisasi masyarakat perempuan yang memperjuangkan keadilan dan demokrasi.
Saat ini KPI DIY telah beranggotakan sekitar 700 perempuan yang tersebar di 5 cabang kabupaten dan kota dan memiliki 12 kelompok kepentingan.
KPI dibentuk untuk mendorong terwujudnya keadilan dan demokrasi.
Dalam mewujudkan visi besar ini, KPI DIY melakukan 3 misi utama, yaitu:
1. Pengorganisasian anggota
2. Advokasi kebijakan politik, dan
3. Pendidikan politik
Tiga misi dan strategi tersebut dimaksudkan untuk mewujudkan tata pemerintah yang baik, kebijikan politik yang adil serta kehidupan masyarakat yand demokratif.
Dalam konteks kekinian, KPI DIY merasa penting mengadvokasi ketidakadilan pada perempuasn dan anak yang terjadi akibat poligami. Dalam pandangan KPI poligami pada saat ini justuru lebih banyak mendatangkan madarat dan ketidakadilan pada perempuan dan anak. Seperti juga yang diakibatkan oleh poliandri, perselingkuhan dan yang sejenisnya.
Poligami sebagai bentuk kekerasan perluh mendapatkan perhatian berbagai kelompok masyarakat oleh karena substansinya tidak hanya berkait dengan pernikahan terhadap dua atau lebih perempuan, tetapi ketidakadilan dan kekerasan yang terjadi, baik dalam rumah tangga maupun relasi antar masyarakat maupun negara kepada masyarakat.
Oleh karena itu, KPI DIY dengan momentum Pekan Anti Lekerasan terhadap Perempuan 2003, perluhg mengapresiasi upaya penghapusan
kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk poligami, dengan menyelenggarakan ekspresi kreatif dalam bentuk pameran foto.
Sebagai salah satu media komunikasi, foto mengangkat sejumlah latar belakang dan makna realitas yang nyaris terlupakan dalam keseharian kita.
Betapapun terpuruknya kondisi kita, tetap saja tidak boleh bungkam terhadap kekerasan yang menimpa perempuan. Pameran foto mencoba memotret kenyataan ini.
Fukamachi Rei, perempuan yang berdedikasi di dunia seni alternatif mempersilakan kita untuk masuk lebih dalam pada dunia “seni sebagai gerakan sosial” dan secara spesific foto sebagai alat komunikasi pembelaan terhadap korban kekerasan gender!
Yogyakarta, 1 Desember 2003
Masruchah
Sekretaris Wilayah
Koalisi Perempuan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta
(Saat ini sebagai Sekretaris Jendral Koalisi Perempuan Indonesia)