Pengantar
     “Pilihan” perempuan walau hati-hati bagaimanapun  tetap akan mendudukan kita sebagai alat catur. Kalau pemain caturnya sedang menang kita tenang. Kalau sedang kalah kita terpaksa susah. Impian pribadi saya dari dulu, bukan jadi pemain catur. Saya tetap sebagai biji catur tetapi di antara biji-biji ini saya ingin merasa ada komunikasi yang menyentuh perasaan dengan aman.
     Di dunia ini penuh dengan masalah, kemisikinan, kekerasan, perang, ras, diskriminasi, korupsi, kriminal dll. Kenapa kami memilih masalah poligami kali ini? Karena masalah ini kuat sebagai tema diskusi untuk memperhatikan “komunikasi hati” di antara manusia dari berbagai bangsa maupun jenis kelamin. Perhatian, kejujuran, keamanan, kehormatan dan kebohongan, semua itu kalau kita pikir lewat sistem poligami, akan lebih mudah membayangkan betapa kurang dan ruginya kalau kehilangan perasaan dan hati saat berkomunikasi.
Nature
Discover the Treasure !
Pintu masuk Gallery
Gallery Entrance
Lembaga Indonesia Perancis Yogyakarta
France Indonesia Center
Volantir KPI DIY dari kelompok kepentingan Mahasiswa
Student Volunteer from KPI
Ruang Pameran
Inside Gallery
Pameran Foto   Januari 2004
“Ijin Tidur Terbatas”
 
Diskusi “ Poligami dan Komunikasi”
Pembicara :
Arahmaiani - Penyair
Masruchah - Sekretaris Jendral KPI
 
Kerjasama dengan Koalisi Perempuan Indonesia (KPI DIY) dan
The Asia Foundation Jakarta dan
Lembaga Indonesia Perancis Yogyakarta
Sekapur Sirih
Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta adalah organisasi masyarakat perempuan yang memperjuangkan keadilan dan demokrasi.
Saat ini KPI DIY telah beranggotakan sekitar 700 perempuan yang tersebar di 5 cabang kabupaten dan kota dan memiliki 12 kelompok kepentingan.
KPI dibentuk untuk mendorong terwujudnya keadilan dan demokrasi.
Dalam mewujudkan visi besar ini, KPI DIY melakukan 3 misi utama, yaitu:
1. Pengorganisasian anggota
2. Advokasi kebijakan politik, dan
3. Pendidikan politik
 
Tiga misi dan strategi tersebut dimaksudkan untuk mewujudkan tata pemerintah yang baik, kebijikan politik yang adil serta kehidupan masyarakat yand demokratif.
 
Dalam konteks kekinian, KPI DIY merasa penting mengadvokasi ketidakadilan pada perempuasn dan anak yang terjadi akibat poligami. Dalam pandangan KPI poligami pada saat ini justuru lebih banyak mendatangkan madarat dan ketidakadilan pada perempuan dan anak. Seperti juga yang diakibatkan oleh poliandri, perselingkuhan dan yang sejenisnya.
 
Poligami sebagai bentuk kekerasan perluh mendapatkan perhatian berbagai kelompok masyarakat oleh karena substansinya tidak hanya berkait dengan pernikahan terhadap dua atau lebih perempuan, tetapi ketidakadilan dan kekerasan yang terjadi, baik dalam rumah tangga maupun relasi antar masyarakat maupun negara kepada masyarakat.
 
Oleh karena itu, KPI DIY dengan momentum Pekan Anti Lekerasan terhadap Perempuan 2003, perluhg mengapresiasi upaya penghapusan
kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk poligami, dengan menyelenggarakan ekspresi kreatif dalam bentuk pameran foto.
Sebagai salah satu media komunikasi, foto mengangkat sejumlah latar belakang dan makna realitas yang nyaris terlupakan dalam keseharian kita.
 
Betapapun terpuruknya kondisi kita, tetap saja tidak boleh bungkam terhadap kekerasan yang menimpa perempuan. Pameran foto mencoba memotret kenyataan ini.
 
Fukamachi Rei, perempuan yang berdedikasi di dunia seni alternatif mempersilakan kita untuk masuk lebih dalam pada dunia “seni sebagai gerakan sosial” dan secara spesific foto sebagai alat komunikasi pembelaan terhadap korban kekerasan gender!
 
Yogyakarta, 1 Desember 2003
Masruchah
Sekretaris Wilayah
Koalisi Perempuan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta
(Saat ini sebagai Sekretaris Jendral Koalisi Perempuan Indonesia)
3Perempuan
3 Women
WCmu, aku boleh merasakan
Your Toilet, I Can Feeling
 
“Ijin Tidur Terbatas”
     Alasan saya berkarya menggelar pameran atau pertunjukan, karena secara tidak sengaja saya tidak bisa menyusuaikan diri dengan sistem yang sudah ada di masyarakat dan dunia dimana saya hidup. Foto-foto yang saya pamerkan untuk program ini kebanyakan pemandangan alam biasa, seperti yang bisa kita lihat dimana-mana di sekitar kita.
     Judul “Ijin Tidur Terbatas” muncul dari perasaan saya yang tahu-tahu lahir di dunia laki-laki ini. Seperti dari hasil foto saya, anjing yang sedang tidur di jalan kalau mobil atau orang lewat, dia harus bangun. Begitu juga kucing yang sedang tidur di atas kursi, kalau ada orang yang mau duduk atau anak-anak mau bermain di atas kursi, terpaksa kucing itu pindah tempat. Kalau tidak, jadi sakit atau matipun salah sendiri. Karena disitu penguasanya manusia atau mobil, bukan binatang. Saya merasa kehidupan perempuan itu seperti binatang ini, karena kalau tidak dijaga oleh laki-laki sukar mendapat ijin tinggal setempat.
     Tetapi walau dunia seperti apapun kalau telah lahir, kita hanya bisa bergerak di masing-masing posisi dan kemampuan. Setiap kali saya menggelar hasil karya ke masyarakat, dengan harapan positif, supaya bisa membrongtak kekerasan dan ketidakadilan terhadap “perempuan”. Walaupun hasil itu tidak langsung kelihatan saat ini. Terimakasih.
Ijin Tidur Terbatas
Permission for Limited Sleeping
宝を発見しよう!
Copyright @ 2006 深町玲 WEB SITE Fukamachi Rei
Home > Nature > Ijin Tidur Terbatas
Photo Column 拍手プログラム asobi Ijin Tidur Terbatas RASA Home Stay Trip